Feeds:
Posts
Comments

Some time ago me and my family moved to a new house. The house was just finished being renovated. The toilet, which had gone through quite some reshaping, is looking way ‘friendlier’ then it was before. The interior was almost first class. “Ishtimewa” is the word used by my dad in law to describe it in Sundanese accent.

One of the first thing that I noticed was this small ad sticker just above the toilet. In english it says something like “toilet clean-up service”, and it also mentions contact number of the serviceman. But one thing that captured my attention is the other words mentioned in the sticker; “keep your toilet clean” and “do not throw sanitary napkins to the toilet”. It is actually a good example of content marketing strategy usage. The serviceman might not be doing it in a more advance channel, but he’s certainly doing it.

Content Marketing Done Right

Content Marketing, Content Strategy, Engaging Content, Copywriting

This example of content marketing strategy usage is actually a simple way to give people something worth reading. It may not be something deep or heavy, it’s just a simple slice-of-life reminder of how we should keep our toilet clean avoid mistreat it. Ben Franklin actually remind us to “either write something worth reading, or do something worth writing about.” (bjobotnik.tumblr.com). The b̶e̶s̶t̶ first way to get people to read/see your campaign is to build one that is worth reading.

Have you practice doing a worthy-to-engage content marketing? If you have, please share us your stories 🙂

Start Your BusinessSearch Engine Optimization may sound rather heavy for those who just started doing it. People starting their business are ‘tempted’ to go online, market their business in the internet, and to hope that someday somehow other people will find their business through social media and search engine. Internet marketing is so important nowadays that even fake college certificate is being sold in the internet. It is also, in a way, a ‘cheap’ start for business start-up. Promoting your just-starting small business through social media is pretty much the popular options, apart from the ability to do it in the r̶i̶g̶h̶t̶ suitable way. There are ways we can do to start learning SEO in the most effective way.

I am, in fact, quite the rookie in the SEO world. But let me share some stuff I had in the basket. I stumbled upon into hundreds of links when learning about SEO, some are actually giving good insights on doing it, some links are news and info, some are spams, and or advertisements on SEO service agency. It is actually not easy to find out where to start when planning your SEO, it is also quite simple to do SEO for your small business.

To start that snow-balling effect desired from your internet marketing, you should start from yourself. Start upgrading yourself is a good way to start your internet marketing.

You may know less about Search Engine Optimization, but there is a formula on start doing and to be good in it.

Improve Your Knowledge

Marketing Knowledge
You may know less about marketing, but you don’t have to know everything to start with. In fact, what you have been doing is probably internet marketing already. Nowadays, in the web 2.0 age, we are all publishers. We are the media, we spread and share information with others, and we have been doing this all along, doing marketing for stuffs (our photos, our statuses, our youtube vids, other people’s photos, other people’s article, etc). All we need to do is to sharpen our marketing instinct, know better of the skill and knowledge needed to build a good starting internet campaign.

Copywriting Knowlede
Good copywriting knowledge in SEO consists of the ability to write relevant and compelling content that enables people to gain full use of our contents. As an addition, good copywriting also drive traffic to our blog or website as our relevant contents, which is also written in our blog/web, being found in the search engine. One important tip on doing a good copywriting is that you should write like people do. Especially when you are targeting ‘common people’, don’t write as if you are talking with godly (corporate) voice that sounded from above. Write as humans do, so other humans can feel it. Contents isn’t suppose to be delivered as being just contents, but it should be delivered and be perceived as an experience.

Web Programming Knowledge
Achieving this ability in SEO is actually mastering the technical structure of a page viewed and valued from an SEO perspective. You don’t have to master the whole nine yard, of course having higher level of skill is great, but there are some important factors that you need to be focusing on when it comes to SEO. Content readability, page loading speed, and good meta-data are just some of the most important stuff regarding SEO in the web programmer point of view. There maybe a lot to learn, but starting it with the right technical knowledge can be a powerful tool for your small business marketing in the internet.

The Right Attitude
Above all others, you should always be open minded. Expand your point of view. Explore new possibilities. Always be willing to learn new things. Never give up when facing downtime.

So, combining your marketing and copywriting knowledge, learning a bit about basic web programming, and having the right attitude can just be the suitable formula on starting SEO for your small business. At least, it works on me. How about you, what’s your formula for a good business-startup SEO?

Posted with WordPress for BlackBerry.

Copywriting for SEO

Copywriting for SEO. Image from http://www.freelance-copy-writing.com

Beberapa waktu lalu, dunia SEM (Search Engine Marketing) dihebohkan dengan program Penguin yang diluncurkan oleh Google. Penguin ditujukan untuk memperbaiki cara Google dalam mengindeks situs-situs internet dan peringkat mereka dalam SERP (Search Engine Result Page). Alhasil, banyak situs yang menerapkan Search Engine Optimization (SEO) dengan cara-cara yang tidak semestinya (black hat SEO) terkena imbas dengan merosotnya peringkat mereka di Google. Sebaliknya, situs-situs yang menerapkan SEO yang ‘elegan’ berhasil terindeks dengan semestinya. Salah satu strategi yang penting (dan benar) dalam melakukan SEO adalah penerapan copywriting yang berorientasi kepada user.

Copywriting merupakan elemen yang penting dalam Content Strategy. Banyak hal yang dapat digali dalam menerapkan copywriting yang baik, termasuk dari segi keindahan bahasa. Penulisan copy yang baik dapat membuat pembaca menikmati tulisan, tenggelam dalam pemaparan, atau tertantang untuk membaca terus. Walaupun keindahan bahasa tidak menentukan keberhasilan sebuah tulisan, namun menjadi poin yang cukup signifikan dalam sebuah copywriting.

Copywriting dan perannya dalam dunia online marketing untuk bisnis sangatlah penting. Penerapan content strategy yang tepat diantaranya dengan memaksimalkan online copywriting untuk kepentingan Search Engine Optimization. Ada 5 hal yang dapat diterapkan untuk SEO melalui copywriting.

1. Ciptakan kalimat-kalimat yang merupakan link.

Cobalah menulis sebuah paragraf, kemudian membacanya kembali. Adakah kalimat-kalimat yang ternyata berkaitan erat dengan artikel lain yang pernah kita tulis sebelumnya? Apabila ada, kita dapat menciptakan link pada frasa/kalimat tersebut. Sehingga memungkinkan pembaca untuk menjelajahi lebih lanjut halaman-halaman dalam blog/situs kita. Link ini juga dapat menjadi magnet untuk membawa engagement yang tinggi dan bounce rate yang rendah. Harus diingat bahwa link yang kita ‘pasang’ harus relevan, artinya; harus ada kaitan yang jelas antara kalimat yang membangun link tersebut dengan halaman yang dituju oleh link tersebut.

2. Apabila diatas kita berbicara tentang trik untuk menekan bounce rate dengan linking yang relevan dalam copywriting, maka hal yang penting selanjutnya adalah dengan meng-update terus content kita.

Informasi dan teknologi berkembang dengan pesat. Hampir ada sesuatu yang ‘baru’ setiap hari. Content yang ‘kadaluarsa’, selain dapat menyesatkan karena memberikan informasi yang tidak update, dapat meningkatkan bounce rate halaman web/blog kita. Artinya, user tidak akan menghabiskan banyak waktu membaca artikel Anda. Seringkali user menutup halaman yang sudah mereka buka, seketika mereka sadar bahwa ternyata artikel yang mereka baca sudah tidak valid, atau sudah ketinggalan jaman. Mengupdate terus content memang sangat melelahkan, tapi sangat berguna untuk efektifitas SEO.

3. Gunakan prinsip KISS, Keep it Simple and Stupid.

Usahakan tulisan Anda selalu ‘mudah dibaca’. Apapun materi tulisan Anda, harus dapat mampu dicerna oleh berbagai kalangan. Jangan berpikir bahwa kalau Anda menulis dengan kosa kata yang kompleks dan susunan kalimat yang bertingkat-tingkat, maka tulisan Anda bernilai tinggi. Justru seringkali lebih sulit menulis artikel dengan gaya bahasa dan struktur kalimat yang sederhana yang mudah dicerna oleh berbagai kalangan. Jangan kuatir, hal ini tidak menurunkan kualitas tulisan Anda, justru malah menunjukkan kemampuan menulis Anda yang piawai.

4. Keyword, in the right place and the right time.

Dalam konteks search engine, keyword adalah kata, frase, atau bahkan kalimat yang digunakan oleh user dalam menggambarkan kebutuhan mereka ketika mencari tulisan, gambar, video, audio, atau apapun dalam internet. Banyak orang berpikir bahwa dengan menjejalkan sebanyak-banyaknya keyword kedalam halaman kita, dapat meningkatkan peringkat kita di SERP. Padahal sebaliknya, penggunaan keyword yang berlebihan justru menggambarkan bahwa halaman kita bukanlah halaman yang berorientasi pada kepuasan user. Gunakan keyword dengan bijak. Ketika seorang user melakukan search, mereka memasukkan keyword yang diharapkan membawa mereka kepada hasil pencarian yang memuaskan.

Dibawah adalah grafik frekuensi penggunaan keyword pada sebuah halaman dan pengaruhnya terhadap search engine rankings dari blog http://www.seomoz.org/blog/4-graphics-to-help-illustrate-onpage-optimization.

Value of keyword use/repetition

Value of keyword use/repetition graph

Halaman-halaman yang melakukan teknik blackhat SEO, diantaranya dengan menjejalkan banyak keyword (keyword stuffing), dapat menempati halaman-halaman awal Search Engine Result Page. Namun seketika user mengunjungi halaman mereka, mereka mendapatkan halaman yang hasilnya tidak memuaskan, tidak relevan, dan seringkali hanya menimbulkan pop up advertisements, dsb. Apabila ini terjadi, kemungkinan user pasti cepat-cepat menutup halaman tersebut. Lagi-lagi terciptalah bouce rate yang tinggi. Walaupun Anda tidak membuat halaman-halaman semacam itu, tapi sebaiknya Anda hindari keyword stuffing, terlebih dengan adanya Google Penguin yang semakin ketat mengindeks halaman-halaman yang layak beroleh peringkat di Google. Gunakanlah keyword yang memang relevan dengan content halaman Anda dan pengulangannya tidak berlebihan dalam copy.

5. Dan yang terpenting dalam Copywriting untuk SEO yang baik adalah; ciptakan content yang menarik dan bernilai!

SEO macam apapun tidak dapat menggambarkan kualitas sebuah website/blog tanpa copywriting yang menarik dan bernilai. Ketika kita menggunakan prinsip berbagi (share), dan berorientasi pada user dalam penciptaan content, maka traffic yang tinggi dan ranking yang baik akan sendirinya Anda raih. Tentunya dengan penerapan teknik dan strategi yang tepat. Content yang baik, selain mengacu kepada kepuasan user, harus pula menggambarkan jati diri website/blog kita. Ketika user mengenali Anda dan halaman Anda sebagai ‘pencipta’ content yang baik, maka ada kemungkinan besar user tersebut dan user-user lain yang memiliki karakteristik serupa akan datang dan kembali mengunjungi halaman Anda. Fokuslah pada area of expertise Anda, tempatkan diri sebagai otoritas yang berwenang penuh atas content di halaman Anda, sambil membiarkan user saling berbincang di halaman Anda (conversation). Jangan pernah ignore comment, apresiasi atau bahkan kritik atas tulisan Anda. Tunjukkan Anda peduli dan menghargai komentar user yang bernilai bagi kemajuan Anda juga.
Tidaklah mudah untuk menulis dan menyajikan content yang kemudian berpengaruh positif terhadap SEO Anda, namun seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman yang bertambah, Anda pasti dapat menguasai teknik dan strategi copywriting yang tepat bagi SEO Anda.

Teknik dan strategi copywriting apa yang Anda gunakan?

Either write something worth reading or DO SOMETHING worth writing about.
BENJAMIN FRANKLIN

 

 

Good content should be at the heart of your strategy, but it is equally important to keep the display context of that content in mind as well.
TIM FRICK, AUTHOR OF RETURN ON ENGAGEMENT

 

 

Effective engagement is inspired by the empathy that develops simply by being human.
BRIAN SOLIS, AUTHOR OF ENGAGE!

 

 

What makes content engaging is relevancy. You need to connect the contact information with the content information.
GAIL GOODMAN, PRESIDENT & CEO CONSTANT CONTACT

 

 

When you enchant People, your goal is not to make money from them or to get them to do what you want, but to fill them with great delight.
GUY KAWASAKI
FORMER CHIEF EVANGELIST, APPLE. CO-FOUNDER, ALLTOP.COM

 

 

Your culture IS your brand.
TONY HSIEH, CEO, ZAPPOS.COM

 

 

The future of business is social.
BARRY LIBERT, AUTHOR OF SOCIAL NATION.

 

 

Good-bye, broadcast.
Hello, Conversation.
SHELL ISRAEL, CO-AUTHOR OF NAKED CONVERSATION.

Putih susu agak kelabu

Entah sejuk atau sesak

Langit-langit negeriku tak berdaya

Benteng-benteng kebudayaan kini, tersalut nafas putih agak kelabu

Menggelayut turun dari langit, menggerayangi pencakar-pencakar langit kota ini

Pukul satu tiga puluh delapan, siang ini wajahmu muram…

Mengapa engkau mengimajikan pantulan kisah ini?

Tak sanggup lagi mengandung semua makna

Aku telan semuanya bulat-bulat, tak lagi mengerti sensasi

Kini, pejamkan mata

Dalam kegelapan total aku temukan cahaya.

Jakarta, 12 Juli 2011

Senin (6/6/2011) lalu, Jakarta dihebohkan dengan kiriman peti mati ukuran anak-anak yang ditujukan kepada orang-orang dari kalangan marketing dan advertising. Pengiriman peti-peti mati tersebut merupakan trik marketing yang digunakan oleh Buzz & Co. dalam rangka peluncuran buku Rest In Peace Advertising: The Word of Mouth Advertising yang ditulis oleh CEO Buzz & Co., Sumardy. Menurut Sumardy, hal ini merupakan bentuk edukasi kepada perusahaan pemasaran yang saat ini lebih banyak saling meniru dan menyerang serta membosankan.

Banyak pihak telah merespon terhadap strategi marketing ini dengan berbagai ekspresi, dan hampir semuanya bereaksi negatif. Rhenald Kasali memandang hal ini sebagai sebuah strategi bisnis yang tidak ber etika, menimbulkan teror, keresahan, dan tidak sesuai dengan nilai-nilai dalam masyarakat lokal. Kepolisian menanggapi dengan sigap pengiriman peti mati ini dengan membawa Sumardy dan lima orang karyawannya ke Mapolsek Tanah Abang untuk dimintai keterangan, dengan status sementara sebagai saksi. Akibat hal ini, Sumardy terancam pasal perbuatan tidak menyenangkan dan Undang-Undang Antiteror. Wow.

Ada juga Amalia, CEO Euro RSCG Adwork, sebuah perusahaan periklanan, merasa tersinggung saat menerima kiriman peti mati dari Sumardy. Menurutnya pengiriman peti mati tersebut adalah sebuah penghinaan. Banyak lagi komentar dari berbagai pihak seputar hal ini, berbeda dengan kebanyakan orang Wakil Pemimpin Redaksi Tempointeraktif.com Wicaksono menilai paket yang diterimanya bukan sesuatu yang bersifat teror dan serius. Namun, bagi saya pribadi, komentar yang paling jaka-sembung-bawa-goblog keluar dari moncong putih eehh.. maksudnya dari politisi partai moncong putih, Pramono Anung. Beliau mengatakan bahwa pengiriman peti mati ini merupakan bentuk teror kepada media yang membahayakan demokrasi.

“Pengiriman peti mati ini menunjukan cara atau praktek memberikan swasensor atau ketakutan kepada institusi media mulai terjadi. Dan itu membahayakan bagi kehidupan demokrasi,” (Pramono Anung)

Ok, sejauh ini saya ngga keberatan ketika Pram menyebut kata teror, karena pada derajat tertentu praktek pengiriman peti mati ini memang menimbulkan efek psikologis yang tidak menyenangkan pada penerimanya. Walaupun kemudian ada konfirmasi tentang apa sesungguhnya motif dibalik pengiriman peti mati yang menetralisir sensasi ‘teror’  yang ditimbulkan. Namun, tidak dapat disanggah bahwa at certain point, this thing surely gives us the creeps. Tapiiii… kalau kemudian Pram mengomentari lebih jauh bahwa pengiriman peti mati ini membahayakan demokrasi, saya jadi meragukan kualitas perspektif politisi tersebut. Saya bukan sensational-creativity freak yang sepenuhnya menyetujui ‘ fenomena ini’ (klik DISINI untuk tulisan dan perspektif saya terkait peti mati ini), namun saya ingin mengkritisi komentar ini dengan mengatakan bahwa kurangnya informasi yang Pram miliki mungkin menjadi penyebab ke-jaka-sembung-bawa-goblog-an ini. Teror? Ya, seperti yang saya sampaikan diatas, at certain degree, it is a form or terror. Namun, dengan langsung menuding hal ini sebagai usaha untuk memberikan pressure yang merujuk kepada anti kebebasan pers, saya rasa beliau terlalu cepat berkomentar sebelum tahu apa sesungguh-sungguhnya ‘duduk persoalan yang layak dipersoalkan’. Apalagi kemudian menegaskan dengan menilai pengiriman hal ini merupakan bahaya bagi kehidupan demokrasi, lebay ah…

Sementara Pram dengan komentar berapi-apinya dapat mengobarkan rasa anti-represi bagi simpatisan demokrasi yang minim pengetahuan politik dan kemampuan berpikir dengan sudut pandang yang luas, Sumardy sih santai aja.

Sumardy sendiri tampak tenang saat ditangkap polisi. Dia mengatakan perbuatannya murni sekadar strategi pemasaran. “Saya ikuti saja proses hukum ini,” katanya saat digelandang polisi.

Dia tetap menekankan bahwa gagasan gilanya itu adalah kreativitas. Dia mafhum dengan perbedaan persepsi di masyarakat. “Mohon maaf sebesarnya kepada masyarakat jika perbuatan saya malah menjadi teror,” tutur master pemasaran dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu. (Tempointeraktif.com)

Posted with WordPress for BlackBerry.

RIP: Advertising

MASIH

UNDER CONSTRUCTION

CYIINNN!!

In The Beginning

7 Juni, 2011

Wah, ini blog post pertama saya di Train of Thoughts. Sebenarnya rencana untuk menulis (lagi) telah lama saya pendam dalam hati. Namun, saya tidak ingin terburu-buru untuk memulai, saya sadar bahwa telah cukup lama saya tidak menulis apapun dalam sebuah blog, atau bahkan dalam media apapun, untuk mengekspresikan apa yang ada dalam benak saya.

Saya juga sadar bahwa ‘gairah’ ini, walau tidak ingin saya tanggapi dengan terburu-buru, harus dapat tersalurkan semaksimal mungkin. Di masa lalu saya telah berkali-kali blogging namun tidak pernah berkelanjutan karena berbagai alasan. Kali ini, saya telah mempersiapkan diri dengan berbagai ‘tools’ untuk menulis lagi. Bukan sekedar ingin blogging, but to truly express my self essentially and intellectually in writings.

Please go here to know more about what this ride is.

Forget Responsibilities, just enjoy!